Tips Menghadapi Masalah

Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti pernah mendapatkan sebuah masalah. Entah masalah kecil, atau besar. Sepele atau serius. Masalah ibarat "bumbu" bagi kehidupan kita, yang tanpanya hidup akan terasa hambar, dan seperti kata iklan merek keripik kentang favorit saya "life is never flat" itu benar adanya. Namun segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan baik, termasuk untuk "bumbu" atau masalah dalam hidup. Dan jangan salahkan atau mempertanyakan kepada Tuhan mengapa kamu dilahirkan dengan banyak masalah, karena sering kali kita sendiri lah yang membuat masalah tersebut ada, seperti pada postingku sebelum nya dengan judul masalah. Dan bagi pemirsa yang hidup dengan berbagai masalah yang membuat anda stres, dalam posting ini aku akan coba memberi beberapa saran atau tips menghadapi masalah hidup, apapun masalah anda


Evaluasi dan instrospeksi diri

Instrospeksi diri sangatlah penting di kehidupan kita, karena dengan instrospeksi kita dapat menjadikan diri kita lebih baik dan lebih baik lagi. Apa yang menyebabkan banyaknya masalah yang mendatangi anda? Cari tau penyebabnya, dan selesaikan dengan kepala dingin atau ketenangan. Ketenangan adalah kunci untuk mendapat jawaban terbaik dari diri sendiri karena kita lebih mampu berpikir logis, dan mengambil keputusan murni berdasarkan logika, bukan berdasarkan emosi yang sering kali menyesatkan kita.
Contohnya : Dalam berpacaran atau memilih pasangan. Sering kali kita memilih pasangan berdasarkan emosi saja tanpa mempertimbangkan logika. Sehingga banyak orang (terutama wanita) memilih untuk diam meskipun disakiti karena alasan emosi (rasa sayang dll)

Sudahkah kamu menghadapi masalah tersebut?

Ini adalah satu kunci penting untuk menyelesaikan masalah. Lari bukan pilihan, dan tidak akan pernah menyelesaikan sebuah masalah, tapi hanya menunda masalah itu untuk datang lagi, dan tentunya akan muncul efek berantai yang menyebabkan masalah datang bertubi-tubi.
Contohnya : #cerita dikit yak :D#

Putra adalah seorang bocah berusia 21 tahun yang baru sekali berpacaran. Ia memiliki pacar yang berbeda agama, yang tentu saja orang tua dari keduanya tidak setuju. Lalu setelah sekian lama berpacaran, akhirnya sang gadis memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena tidak ada kejelasan tentang kelanjutan hubungan mereka.

Putra tidak terima, karena perasaan nya yang terlalu dalam dan maklum saja, gadis itu adalah pacar pertama nya.

Namun sang gadis tetap kukuh pada pendiriannya.

Hal itu membuat putra galau #wakakakakakakak xD# ia pun mulai depresi #lebay deh# 

Bukannya bertekad untuk move on dengan menghadapi rasa "sakit" itu, putra malah mencari pelarian.

Ia mulai mabuk-mabukan #berarti mabuk boongan :P# dan merusak hidupnya sendiri #bego itu mah#. Dan sudah tentu bukan jalan keluar yang ia dapatkan, melainkan masalah lain yang lebih berat. Ia menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kuliahnya untuk mabuk-mabukan bersama temannya. Dan saat uang itu sudah habis, barulah ia kebingungan untuk menggantinya.

Itu adalah sebuah contoh dimana jika kita memilih untuk lari dari masalah, yang kita temukan bukanlah jalan keluar, melainkan masalah lain lagi. Dan jika dilakukan terus menerus akan menumpuk dan tentunya membuat kita semakin stres. Lain cerita jika saat itu dia mau menghadapi masalah (putus dengan pacarnya itu) dengan bijak, dan berusaha move on dengan cara yang lebih positif.

Hindari masalah, bukan berlari dari masalah

Hindari bukan berarti berlari. Menghindar disini artinya kita bersikap menjauhi masalah sebelum ia datang, bukan berlari setelah masalah itu datang. Dengan menghindari masalah, kita dapat menjauhkan diri dari masalah.
Contoh : #cerita lagi yak :P#

Joko dan Mela adalah sepasang kekasih

Mereka telah berpacaran selama kurang lebih satu setengah taun. #disingkat aja ya..# suatu hari joko mengenalkan mela kepada sahabatnya yang bernama putra #loh putra lagi? zzzz..!!# memang jika dibandingkan, wajah putra jauh lebih tampan daripada joko, namun kelakuannya, ya kita anggap saja sama seperti putra yang di atas itu. Tanpa diduga oleh joko, ternyata mela jatuh hati pada putra, sedangkan saat itu putra masih memiliki kekasih. Dan mereka (putra dan mela) pun berpacaran.

Karena bersahabat, akhirnya putra memberitahu kepada joko bahwa kekasih joko (mela) telah jatuh hati kepadanya.

Yaah tau sendiri lah gimana rasanya digituin ama kekasih, tapi joko memilih untuk diam dan mengalah. Akhirnya joko mempersilahkan putra dan mela untuk berpacaran, dan joko memilih mundur, untuk menghindari masalah atau perpecahan yang mungkin terjadi karena sahabat dan mantan kekasihnya itu.

Itu adalah contoh bagaimana menghindari masalah. Joko memilih untuk mengalah, agar tidak terjadi masalah yang berkelanjutan. Pertengkaran antar sahabat misalnya, yang pastinya sangat tidak perlu terjadi. Namun untuk menghindari masalah terutama seperti contoh tadi tentu dibutuhkan sebuah kebijaksanaan yang amat sangat, dan harus mampu menahan ego yang dimilikinya.

Nah itu adalah beberapa tips untuk menghadapi masalah. Sesungguhnya masalah datang untuk menguji kita, seberapa baik kita mampu mengontrol diri, bukan untuk menghancurkan. Masalah yang bisa menghancurkan kita adalah masalah yang kita cari sendiri, pada contoh putra misalnya.

Nah sekian dulu ya pemirsa posting dari saia, semoga bermanfaat :D

Orang yang lari dari masalah akan mendapatkan masalah baru
Orang yang mundur untuk mengalah, akan terhindar dari masalah

~d'558~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ssstt! Lagi PDKT Sama OPPO N1 Nih!

Cowo Tulen? Berani Coba Honda CB150R Gak?

Prepare To Jogjakardah! Part II