Menjadi Konsumen Cerdas Di Pasar Elektronik

Siapa yang tidak butuh barang elektronik? Di jaman yang dengan kemajuan teknologi yang signifikan ini, masyarakat telah banyak dimanjakan oleh perangkat - perangkat elektronik. Untuk kebutuhan rumah tangga misalnya, ibu - ibu di rumah telah dimanjakan dengan berbagai peralatan seperti rice cooker untuk memasak nasi, mesin cuci, hingga kulkas. Dan tidak jarang pula perangkat elektronik digunakan untuk keperluan lain, entah sekedar untuk alat hiburan, hingga untuk membantu pekejaan seperti laptop, pc tablet, smartphone dan gadget lainnya. Dalam hal ini gadget seperti smartphone dan pc tablet merupakan yang paling cepat perkembangannya dan yang paling banyak di incar masyarakat, entah memang digunakan untuk memudahkan pekerjaannya, untuk gaya ataupun hanya sekedar mengikuti trend. Nah faktor "ikut - ikutan" atau biasa kita sebut "latah" inilah yang paling banyak merugikan konsumen.


Merugikan dalam arti apa?

Kata merugikan disini dalam arti dari segi manfaat dan kegunaannya. Bisa dikatakan, orang yang sedang ikut - ikutan trend (dalam hal ini trend gadget) tentu tidak mengetahui dan memahami fungsi - fungsi yang bisa dimanfaatkan dari gadget tersebut, sehingga tidak mampu memaksimalkan penggunaannya. Seperti contohnya anak SMA yang menggunakan smartphone. Tidak banyak dari mereka yang mampu memanfaatkannya untuk menunjang prestasinya, dan dari yang saya perhatikan sebagian dari mereka hanya menggunakannya untuk chatting dan mengakses situs jejaring sosial. Tentu dalam hal ini yang rugi adalah orang tuanya, karena telah membelikan sebuah perangkat yang tidak bermanfaat untuk perkembangan anaknya dan tentunya akan mengganggu proses belajarnya.

Nah itu adalah contoh kecil diluar topik utama, sekarang kita kembali ke topik yang akan kita bahas, yaitu bagaimana menjadi konsumen cerdas di pasar elektronik. Seperti yang kita ketahui, perangkat elektronik ada banyak jenisnya, serta mereknya pun berbeda - beda. Sebelum memutuskan untuk membeli produk tertentu ada banyak hal yang harus anda perhatikan.

Tentunya yang pertama adalah kualitas!

Bagaimana kita menentukan kualitas produk? Ini adalah yang paling sulit ditentukan. Namun yang saya tekankan adalah jangan membeli produk berdasarkan kepopuleran semata. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang sekedar ikut - ikutan trend seperti yang saya sebutkan diatas. Sebelum memutuskan untuk membeli, setidaknya anda pahami dulu apa fungsi dari produk bersangkutan, agar anda bisa mengerti kelebihan dan kekurangan suatu produk. Jika anda ragu, tanyakan kepada orang yang benar - benar paham akan sesuatu yang menyangkut tentang produk yang ingin anda beli. Jangan sampai anda menjadi korban kepopuleran tersebut yang menyebabkan kerugian bagi anda. Pastikan harga yang harus anda bayarkan untuk produk tersebut adalah pantas! Beberapa produk populer dibanderol dengan harga tinggi namun memiliki kualitas yang tidak setara dengan harganya (terutama untuk gadget seperti smartphone)

Produk yang tidak memenuhi standar SNI
Untuk barang - barang selain gadget, yang paling mudah adalah pastikan produk tersebut sudah berlabel SNI. Mengapa harus berlabel SNI? SNI adalah singkatan dari Standar Nasional Indonesia yang digunakan sebagai standar kualitas layak atau tidaknya suatu produk untuk dipasarkan. Untuk mendapatkan label SNI tersebut tentunya produk harus melalui beberapa hasil uji tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah (Direktorat Jendral Standarisasi dan Perlindungan Konsumen) yang tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dari produk - produk tertentu yang mungkin akan merugikan konsumen karena kualitasnya yang rendah.

Teliti sebelum membeli!

Mungkin kata ini sudah sering kita dengar, namun hanya sedikit orang yang benar - benar menjalankannya. Menjadi konsumen cerdas harus kritis sebelum memilih produk. Diluar sana masih banyak produsen atau pelaku usaha yang belum paham tentang perlindungan konsumen, di sisi lain banyak konsumen yang kurang kritis dalam membeli produk terutama dari segi kualitas, sehingga itu dimanfaatkan oleh beberapa oknum dan produsen nakal untuk meningkatkan penjualan dengan mengedarkan produk tanpa garansi agar bisa dijual dengan harga yang jauh lebih murah terutama untuk gadget. Biasanya barang - barang tersebut merupakan barang selundupan (Black Market atau BM). Selain merugikan negara karena tidak membayar pajak, barang BM juga sangat berpotensi merugikan konsumen. Sekali lagi, orang yang ikut - ikutan adalah yang paling rentan mejadi korban, karena tidak paham kualitas mereka lebih memilih untuk membeli barang - barang seperti ini karena dipandang lebih menguntungkan karena lebih murah.

HP jadi ganjel pintu
Ilustrasi 
Padahal menurut pengalaman yang saya temui selama ini, produk - produk tersebut diragukan keasliannya, sehingga berpotensi lebih cepat rusak. Dan karena tidak ada garansi, pastinya anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk service. Itu pun kalau bisa diperbaiki (karena komponen produk aspal berbeda dengan produk aslinya, sehingga untuk spare partnya sangat sulit dicari). Jangan sampai bernasib seperti teman saya yang harus merelakan gadget aspalnya untuk dijadikan ganjel pintu karena rusak dan tidak ada yang bisa memperbaikinya. Pastikan anda membeli produk yang asli dan melaui jalur resmi.

Jangan ragu untuk menuntut hak anda sebagai konsumen, pastikan produk yang ingin anda beli memiliki garansi, dan pastikan anda bisa mengklaimnya saat membutuhkannya. Karena kita sebagai konsumen adalah "raja" dimana kita (konsumen) sangat dibutuhkan oleh para penyedia produk atau produsen untuk kelangsungan hidup usaha mereka.

Menjadi konsumen cerdas tidaklah sulit bukan? Ingat! Pahami, teliti, beli.

Sebagian isi tulisan ini diambil dari Dunia Gadget 558 dalam posting Konsumen cerdas paham perlindungan konsumen
Konsumen cerdas paham perlindungan konsumen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ssstt! Lagi PDKT Sama OPPO N1 Nih!

Cowo Tulen? Berani Coba Honda CB150R Gak?

Prepare To Jogjakardah! Part II