Superspeedy in Action

Di suatu hari yang cerah di TelkomCity,  aku (sebut saja Fery) bersama Prof. Faisal sedang bepergian ke sebuah mall untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aku sejatinya adalah seorang pahlawan di TelkomCity, sedangkan Prof. Faisal merupakan sahabat sekaligus orang yang berperan penting dalam membantuku untuk mengamankan TelkomCity sebagai SuperSpeedy. Di tengah perjalanan menuju ke rumah, tiba-tiba perhatian Prof.Faisal teralih oleh 5 buah benda asing berbentuk piring terbang yang melayang-layang di atas gedung-gedung tinggi di TelkomCity.


“Lihat, apa itu fer? Piring-piring melayang di angkasa!”

Tak lama kemudian, salah satu piring terbang atau UFO tersebut mendarat di dekat sebuah hotel.


“Prof, lihat itu! Dia mendarat di hotel itu, ayo kita kesana!”
“Ngapain? Mau nginep di hotel?”
“Ya ngga lah Prof, kita cari tau kenapa dia mendarat disana”
“Dia mau nginep kali, biarin aja lah”
“Ih, cepetan Prof!”
“Iya iya”

Segera setelah mereka sampai di hotel tersebut, terlihat sebuah kepanikan di antara pengunjung hotel, lalu aku pun bertanya pada salah satu pengunjung yang panik

“Ada apa pak? Kenapa panik?”
“Di-di sana ada a-alien mas..”
“Alien? Dari Piring terbang itu?”
“I-iya mas, mereka membekukan beberapa petugas keamanan..”
“Sekarang dimana alien itu mas?”
“Di-di saaana, sepertinya dia menuju generator listrik”
“Oke, terima kasih mas”

Segera setelah informasi di dapatkan, aku segera menghubungi Prof.Faisal melalui handphone
“Prof, ternyata yang tadi itu alien, segera kembali ke markas, bantu aku dari sana, aku mau berubah dulu”
“Oke fer, segera laksanakan!”

Aku pun segera mencari tempat persembunyian untuk berganti kostum menjadi..
Superspeedy!
Aku segera menuju ke generator listrik yang ada di hotel tersebut untuk mencari alien tersebut. Ternyata benar saja, ia terlihat sedang menghubungkan sesuatu dari UFO miliknya ke generator listrik yang terdapat disana. Sepertinya ia ingin mengambil energi dari generator tersebut. Aku segera menyerangnya menggunakan karate yang aku kuasai, namun rupanya ia terlalu tangguh untuk dikalahkan dengan karate, bahkan ia nyaris membekukanku dengan senjata yang ia punya. Sementara aku menghadapi alien itu, Prof. Faisal baru saja sampai di markas. Karena kewalahan, aku pun memutuskan untuk bersembunyi sejenak, untuk menelpon Prof.Faisal dan meminta bantuan.

“Prof, bantu aku! Dia terlalu tangguh, karate ku tak mempan olehnya!”
“Oke, tunggu sebentar, aku mau browsing dulu untuk mencari kelemahannya..”
“Cepetan Prof, aku lagi sembunyi nih, jika terlalu lama nanti dia akan menemukanku!”
“Tenang, kita kan pakai TELKOM SPEEDY, jadi browsing bisa secepat kilat”
“Untunglah kita menggunakan TELKOM SPEEDY, jadi bisa sangat membantu”
“Iya donk.. Sudah ketemu nih, menurut pemberantas-alien dot kom, alien jenis ini takutnya sama pohon kaktus!”
“Kaktus ya..”

Belum sempat aku meneruskan pembicaraan, alien itu menemukanku karena suaraku yang sedang menelpon terdengar olehnya. Aku pun kembali mencoba berlari darinya, kali ini untuk mengambil beberapa pot berisi pohon kaktus untuk senjata melawannya. Saat dia mendekat, langsung saja aku lemparkan sebuah kaktus ke arahnya dan mengenai salah satu tangannya.
Tangannya terluka karena terkena duri dari kaktus tersebut, dan benar saja, ia berlari ketakutan karena dibelakangku ada banyak pot berisi pohon kaktus. Aku pun kembali mengambil handphone ku untuk kembali berbicara dengan Prof.Faisal.

“Prof, ternyata benar, mereka takut kaktus! aku melemparkan satu kaktus padanya dan ia terluka lalu lari ketakutan!”
“Bener kan! Siapa dulu donk yang kasih tau.. Prof.Faisal gitu”
“Profesor kan taunya dari browsing”
“Hehe iya ya. udah, cari yang lain, jangan telpon terus, nanti pulsanya cepat habis”
“Tenang, kita kan pakai TELKOM FLEXI, jadi bisa irit nelpon”
“Oia ya, FLEXI kan lebih irit”
“Iya Prof, oke aku segera cari alien lainnya”

Ternyata selagi aku menelpon tadi, alien yang terluka karena kaktus yang aku lempar tersebut juga menghubungi kawan-kawan alien lain. Ia menginformasikan ada seseorang yang membantuku di suatu tempat, lalu dua alien diperintahkan untuk mencari orang yang membantuku itu yang tidak lain adalah Prof.Faisal. Saat aku sedang mencari keberadaan alien lainnya, tiba-tiba tablet PC yang aku bawa berbunyi, aku segera mengambilnya, dan terkejut ternyata dua alien sudah tiba di markas untuk mencari Prof. Faisal. Aku pun segera menelpon Prof.Faisal untuk memberitahunya.

“Prof, awas, di halaman depan ada dua alien! sepertinya mereka ingin mencari professor!”
“Kamu tahu darimana fer?”
“Kita kan pakai SPEEDY MONITORING, jadi kita bisa lihat keadaan rumah atau markas kita selagi kita pergi, dengan menggunakan gadget kita”
“Oia aku lupa. Hehehe.. Oke, terima kasih infonya, aku segera mencari akal untuk melawan mereka”

Setelah berpikir beberapa saat, Prof.Faisal pun memutuskan untuk memesan pohon kaktus dalam jumlah yang besar melalui telepon. Sementara para alien tersebut mencari keberadaan Prof.Faisal dan mulai masuk ke markas kami, Prof.Faisal bersembunyi di dalam lemari sembari menunggu pesanan kaktusnya tiba. Saat petugas pengantar kaktus tiba dan menekan bel, Prof.Faisal langsung berlari menuju pintu untuk mengambil kaktus pesanannya tersebut. Karena langkah kakinya didengar oleh alien, mereka pun segera mengejar Prof.Faisal. Namun ketika melihat Prof.Faisal memiliki banyak kaktus di sekelilingnya, seketika alien tersebut lari karena ketakutan. Sementara itu, aku sebagai Superspeedy menemukan jejak alien lainnya, dapat dilihat dengan mudah melalui kepanikan yang terjadi dan dari orang-orang yang telah dibekukan oleh alien tersebut. Aku pun menanyai beberapa saksi mata untuk mengetahui dimana mereka dan apa yang membuat mereka datang kemari dan mengganggu keamanan dan kenyamanan TelkomCity. Dari keterangan para saksi mata, beberapa dari alien tersebut  sedang berada di sekitar TelkomCity Power Supply, yakni pusat dari seluruh energi yang digunakan oleh warga TelkomCity, dan satu lagi berkeliling untuk membekukan orang-orang yang ada di sekitarnya. Aku pun segera menelpon Prof.Faisal untuk memberitahu keadaannya


“Prof, alien itu sedang berada di TelkomCity Power Supply dan membekukan banyak orang disini! Apa saranmu tentang ini?”
“Hemm, tadi di generator hotel, sekarang di TelkomCity Power Supply, sepertiya mereka mengincar sumber energi kita! Oke aku akan beritahu pihak TELKOM VISION untuk menyiarkan berita dan memberitahu warga untuk berkumpul bersama membawa kaktus!”
“Baiklah Prof, cepat ya!”

Segera setelahnya, warga pun berkumpul di dekat TelkomCity Power Supply dengan membawa banyak kaktus dan menunggu komando dariku untuk bersama-sama menyerang mereka dan mengusir mereka. Setelah melumpuhkan 1 alien yang berkeliling membekukan para warga, aku mengomando para warga untuk mengepung alien yang berada di TelkomCity Power Supply.


“Oke, aku akan memberi aba-aba, setelah aba-aba aku berikan, kita bersama-sama melempar alien itu dengan kaktus yang kita bawa. Mengerti?!”

Setelah semua berkumpul dengan pot berisi kaktus di tangan mereka, alien itu terlihat ketakutan, dan aku pun segera member aba-aba untuk menyerang mereka.

“Lempaar..!!”

Semua warga melemparkan kaktusnya ke arah alien itu. Mereka pun segera berlari menuju UFO mereka yang terletak tidak jauh dari tempat mereka sekarang, dan mereka pun terbang meninggalkan kota.

“Horeee kita menaang..!!”

Begitulah seruan yang terdengar dari warga yang ikut membantu mempertahankan kota dengan menggunakan kaktus.

“Terima kasih Superspeedy, kamu telah membantu kami melawan alien itu” ucap salah seorang warga padaku.
“Tak apa, sudah menjadi tugasku menjaga keamanan kota ini. Terima kasih juga untuk kalian yang telah membantuku”

Setelah itu, kami bersama-sama membantu mencairkan warga yang dibekukan oleh alien dengan menggunakan hair dryer.

Begitulah ceritaku melawan alien yang berusaha menguasai TelkomCity, aku Superspeedy
Superspeedy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ssstt! Lagi PDKT Sama OPPO N1 Nih!

Cowo Tulen? Berani Coba Honda CB150R Gak?

Prepare To Jogjakardah! Part II