Perasaan VS Logika
Seorang pria sangat menyayangi seorang wanita yang tidak pantas. Wanita ini sangat disayanginya bahkan sejak mereka masih duduk di bangku SD, namun sang pria memilih untuk memendam rasa. Rasa itu dipendamnya begitu lama namun rasa itu begitu dalam, hingga ia memutuskan untuk mencari keberadaan wanita tersebut. Hingga suatu hari setelah ia lulus dari bangku SMA, ia menemukan jejaknya dan bertemu pertama kali setelah bertahun lamanya. Meski sang wanita telah memiliki pasangan, namun sang pria tetap senang karena yang terpenting baginya adalah wanita tersebut bisa ditemuinya dan dalam keadaan sehat. Seminggu setelah pertemuan mereka, hubungan mereka makin dekat karena memang masih tersimpan perasaan yang terpendam sejak masih duduk di bangku SD. Hingga sehari kemudian sang wanita pun bertanya "mau dibawa kemana hubungan kita?". Sang pria pun terkejut mendengarnya, karena ia tahu bahwa wanita ini telah memiliki pasangan, lalu ia pun menjawab "Trus cowo itu mau dibawa kemana?". Sang wanita dengan santai menjawab "dia kan di kapal pesiar, beberapa bulan lagi baru pulang. Aku kesepian". Dan setelah perbincangan tersebut dengan bodohnya pria ini menerima permintaan sang wanita untuk dijadikan pelariannya. Bahagia memang, namun sang pria juga sangat menderita karena kesedihan dan kecemburuan terutama ketika mengetahui pasangan yang sebenarnya dari wanita itu akan segera pulang. Namun yang lebih membuatnya sedih dan terkejut adalah ketika suatu hari tanpa sebab yang jelas sang wanita berkata "maaf, kita sampai disini aja".
Tentu saja sang pria bingung dan tidak mengerti mengapa? Ia menerima keputusan tersebut, namun berupaya untuk menyelidiki apa yang terjadi. Ternyata setelah mendapat banyak informasi terpercaya, ia pun tau bahwa wanita ini memiliki pria lain lagi, bahkan hal tersebut terjadi saat ia masih bersama wanita itu. Betapa hancur perasaan pria itu. Wanita yang sangat ia sayangi dengan tulus tega melakukannya. Ia pun berusaha menenangkan diri di pantai bersama sahabatnya yang kebetulan juga mengalami masalah yang hampir serupa. Mereka berbagi cerita di pantai tersebut hingga larut malam hingga mereka cukup tenang untuk berpikir lebih jernih. Lalu sang pria ini berkata "sekarang aku tidak menyesal telah ditinggalkan". "Kenapa?" tanya sang sahabat. "Buat apa aku mengejar orang yang hanya ingin mempermainkan ku? Perasaan ku memang sungguh dalam untuknya, namun itu tak akan membuatku menjadi bodoh. Jika aku tetap bersamanya hingga saat ini, yang ku dapat bukanlah kebahagiaan, melainkan kesakitan yang akan menyiksa diriku sendiri dan itu adalah hal bodoh. Maka dari itu seharusnya aku bersyukur telah lepas darinya saat ini" kata pria tersebut.
"Jika kau berpikir dengan perasaan tanpa menggunakan logika, maka kau adalah orang bodoh. Jika kau berpikir dengan logika tanpa menggunakan perasaan, maka kau adalah orang yang kejam"
~d'558~, thank's to ~d'dream~

Komentar
Posting Komentar